HELMALIA PUTRI
Haii… kenalin, aku Helmalia Putri, biasa dipanggil Helma. Aku lahir di Dumai pada 6 September 2004, dan sekarang sedang kuliah di STIE Tuah Negeri Dumai. Di masa ini, aku sedang menikmati proses mengenal diri sendiri—tentang siapa aku, apa yang aku suka, dan apa yang ingin aku capai ke depan.
Sebagai anak bungsu, aku dikenal manja, cerewet, ceria, dan kadang usil. Tapi aku juga punya sisi peduli. Aku nggak tahan lihat orang sedih—aku bakal jadi orang pertama yang nyamperin dan berusaha bikin mereka tersenyum lagi. Aku suka suasana hangat dan penuh tawa.
Aku juga termasuk tipe yang nggak bisa diem. Kalau terlalu lama nggak ngapa-ngapain, rasanya cepat bosan. Karena itu aku suka coba hal-hal baru, terutama yang bikin aktif—olahraga, jalan-jalan, eksplor hal seru. Tapi meski aku terkesan rame, aku juga punya sisi sensitif. Aku nggak kuat dibentak atau dengar suara keras. Aku lebih nyaman dengan kata-kata lembut dan sikap sabar. Aku percaya marah itu bisa disampaikan tanpa harus menyakitkan.
Ngomongin soal mimpi, aku punya satu keinginan besar: aku ingin jadi orang sukses dan kaya raya. Tapi bukan hanya buat diri sendiri—aku ingin bahagiain orang tua, bantu orang-orang terdekat, dan juga berbagi dengan mereka yang benar-benar membutuhkan. Melihat orang lain tersenyum karena uluran tangan kita, itu rasanya nggak bisa digantikan dengan apa pun.
Aku juga punya impian sederhana tapi bermakna: jadi ibu rumah tangga yang jadi sahabat terbaik buat anak-anak. Aku ingin mereka merasa nyaman, dekat, dan punya tempat pulang yang hangat. Tapi di sisi lain, aku juga ingin jadi wanita karir yang mandiri, produktif, dan bisa menikmati hasil jerih payah sendiri. Buatku, hidup itu tentang keseimbangan—antara keluarga, karier, dan impian pribadi.
Dan tentu, aku selalu berdoa semoga dipertemukan dengan pasangan yang sayang dan sabar, yang bisa membimbing dan berjalan bersama dalam suka dan duka. Aku ingin hubungan yang sehat, saling dukung, dan penuh cinta.
Inilah aku, Helma. Cewek bungsu yang ceria, penuh semangat, dan punya hati yang besar. Aku masih dalam proses, tapi aku yakin dengan doa, usaha, dan niat baik… semua mimpi itu akan tiba waktunya untuk terwujud dengan indah.
Tahun lalu, aku dan keluargaku berangkat umroh bersama. Saat melihat Ka’bah untuk pertama kalinya, kami semua menangis haru—rasanya seperti mimpi. Kami thawaf, sa’i, dan berdoa bersama. Ibadah ini bikin kami makin dekat satu sama lain dan lebih bersyukur atas nikmat Allah. Pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup.
Tapi aku tuh tipe orang yang nggak bisa cuma di satu bidang aja. Aku suka banget nyoba hal-hal baru, terutama yang bisa ngelatih diri dan bikin aku berkembang. Salah satu pengalaman yang paling berkesan buatku adalah waktu aku ikut tanding muaythai. Iya, bela diri. Awalnya aku cuma pengen punya dasar pertahanan diri dan ngincer sertifikat resminya. Tapi pas udah terjun langsung, ternyata muaythai lebih dari sekadar olahraga fisik.
Di situ aku belajar banyak banget. Tentang disiplin, keberanian, dan gimana caranya tetap tenang walaupun lagi capek dan ditekan. Waktu latihan dan tanding, aku ngerasain sendiri pentingnya fokus, menghargai lawan, dan ngontrol emosi. Dan ternyata, hal-hal itu juga kebawa ke kehidupan sehari-hariku.
Aku pernah menjadi Relawan Pajak di KPP Pratama Dumai melalui program kerja sama dengan Direktorat Jenderal Pajak. Selama masa pelaporan SPT Tahunan, aku membantu wajib pajak mengisi dan melaporkan SPT secara online melalui e-Filing serta memberikan edukasi tentang pentingnya kepatuhan pajak. Pengalaman ini mengasah kemampuan komunikasiku, menambah pemahaman tentang sistem perpajakan Indonesia, dan memberiku kesempatan berkontribusi langsung kepada masyarakat.